Kamis, 18 Juni 2009

SIAPAKAH SRI JAGANATHA

TUHAN JAGANNATHA DICULIK

Ada suatu cerita yang menakjubkan berhubungan dengan nabhi brahma pada tahun 1590. Bahwa di tahun itu, Raja Muslim Afganhistan yang berasal dari Bengali bernama Sultan Sulaiman mengirim Jenderal Kalapahad ke Puri dengan sejumlah tentaranya dengan tujuan untuk merampas temple Tuhan Jagannatha. Kalapahad menyerang temple dan mengambil banyak perhiasan-perhiasan arca yang bernilai, dia juga melarikan Tuhan Jagannatha Baladeva Subadra dan membawanya ke Calcutta di pinggir sungai Hoogly, dia menyalakan api dan melemparkan arca itu ke dalamnya. Tidak diketahui oleh Kalapahad kalau penyembah Tuhan Jagannatha yang bernama Bisara Mahanty mengikutinya dari Puri sepanjang jalan menuju Calcutta. Melihat mereka sedang membakar badan Tuhan Sri Jagannatha, dia menunggu sesaat, menunggu kesempatan, dan selanjutnya dia melompat ke dalam api. Orang-orang Muslim itu, mengira dia sedang bunuh diri namun tidak ada sesuatupun yang mereka lakukan untuk menghentikan perbuatan itu. Api terus berkobar berjam-jam dan pada akhir hari itu hanya beberapa dari penjaga muslim saja yang tetap tinggal disana. Sesaat ketika apinya semakin mengecil, tiba-tiba penyembah Bisara Mahanty itu keluar dari kobaran api itu dan dia tidak mengalami bahaya apapun dan berjalan melintasi penjaga-penjaga yang sedang tertegun. Menyadari bahwa nabhi brahma itu ada di dalam perut Tuhan Jagannatha, dan ingin untuk menyelamatkan Tuhan yang dia cintai, dia melompat ke dalam api dan mengambil nabhi brahma itu. Karena menyentuh nabhi brahma itu dan atas karunia dari Tuhan Jagannatha, dia tidak tersentuh sedikitpun oleh kobaran api.
Kalapahad melemparkan sisa-sisa arca ke dalam lautan. Sementara Bisara mahanty kembali ke Orissa dengan nabhi brahma itu dan pergi ke sebuah desa yang bernama Khurda. Sementara para penduduk di Puri merasakan perpisahan yang dalam dengan Tuhan Jagannatha. Pada suatu malam Raja Puri Raja Ramacandra Deva bermimpi Tuhan Jagannatha mucul dihadapannya dan mengatakan kepadanya “Janganlah bersedih, Aku masih ada penyembahku yang kukasihi yang bernama Bisara Mahanty telah membawa nabhi brahma-Ku, dia sekarang tinggal di desa Khurda. Engkau pergilah kesana dan bawalah aku kembali ke kuil.” Kemudian Raja Ramacandra Deva melakukan sebagaimana yang diperintahkan oleh Tuhan, beliau kemudian mengambil nabhi brahma itu lalu beliau membuat arca Jagannatha yang baru. Setelah itu, dengan keramaian yang begitu besar dan kebahagiaan yang tiada tara dari penyembah yang di Puri, Raja membawa Tuhan ke Puri dan menyetanakan kembali Beliau di kuil. Demi pelayanannya Bisara
Mahanty diberi penghormatan yang tinggi oleh Raja, sementara raja sendiri diberi gelar Dvitiya Indrayumna atau Abhinaba Indrayumna-Indrayumna yang kedua atau Indrayumna yang baru.

SRI JAGANNATHA DATANG KE BALI

Atas karunia yang tiada sebabnya Sri-Sri Jagannatha Baladeva Subadra yang kita puja, telah memiliki nabhi brahma yang dibawa langsung oleh Raja Jagannatha Puri ke sini, bersama Raj Guru (pendeta di Jagannatha Puri) dan Guru kita tercinta Bhaktisvarupa Damodara Swami Maharaja. Sebagaimana seperti yang diceritakan tadi, bahwa yang berhak meletakkan dan yang diberi kuasa oleh Sri Jagannatha untuk menyetanakan Beliau adalah Raja Ramacandra (Raja di Jagannatha puri waktu itu). Raja yang menjemput dan meletakkan kembali Beliau di Puri, sebagaimana halnya Raja Indrayumna menyetanakan Tuhan Sri Jagannatha di Puri ketika untuk pertama kalinya.
Raja-raja yang selanjutnya memerintah di Puri ini adalah keturunan dari Raja Indrayumna. Dikatakan juga bahwa Raja ini dipilih sendiri oleh Dewa Brahma. Dimana Raja Indrayumna ini pernah mimpi tentang Jagannatha, untuk meletakkan Sri Jagannatha di Puri. Raja Indrayumna pergi ke Satya Loka mengundang Dewa Brahma untuk memimpin upacara itu. Akhirnya Raja bersama Dewa Brahma menginstall Arca Jagannatha. Dan untuk selanjutnya, keturunan dari Raja Indrayumna ini yang bertanggung jawab terhadap pelayanan kepada Sri Jagannatha. Raja ini tidak dipilih oleh rakyat, tapi berdasarkan keturunan. Tapi Raja ini lebih terhormat dari pemimpin-pimimpin yang lain. Semua orang bersujud dandavat, Beliau dianggap Tuhan sendiri yang turun.
Guru Maharaja Bhaktisvarupa mengatakan bahwa Raja Gajapati Dibya Singh Deva yang merupakan keturunan dari Raja Indrayumna yang bersedia datang kesini untuk menghadiri upacara penyetanaan Sri Jagannatha waktu ini, bukan Raja sembarangan, di India kita tidak bisa sembaranagn bertemu dengan beliau. Guru Maharaja juga mengatakan Beliau adalah Jagannatha berjalan.
Pernah saya mendengar cerita kalau Gubernur Di Orissa ingin juga memimpin Festival Ratha Yatra karena dia merasa berhak juga memimpin festival besar itu, dan rakyat menyetujuinya saja, tapi apa yang tejadi ? Kereta Jagannatha tidak mau berjalan, walaupun ditarik oleh banyak orang, bahkan sampai menggunakan gajah untuk menariknya, tapi tetap kereta tidak mau bergerak, akhirnya begitu Raja Gajapati Maharaja ini datang dengan hanya menarik sedikit saja talinya kereta Sri Jagannatha akhirnya bisa berjalan.
Srila Prabhupada pernah bersabda “Murid-murid saya tidak bisa darshan kepada Sri Jagannatha tapi saya memohon kepada Sri Jagannatha agar Beliau keluar dari Jagannatha Puri agar murid murid saya yang di barat bisa darshan kepada Sri Jagannatha”. Dan benar saja, Beliau sudah dibawa keluar oleh Raja sendiri ke Bali dan semua orang dari seluruh dunia bisa datang ke Bali. Barang siapa yang beruntung akan bertemu dengan Jagannatha dan bisa memohon karunia kepada Sri Jagannatha. Para brahmacari ini beruntung sekali dapat melayani Sri Jagannatha.
Guru Maharaja pernah mengatakan kemarin waktu saya menandatangai marmer itu, Guru Maharaja dan Raja mengatakan “marmer ini kamu letakkan beratus-ratus tahun tulisan ini dan nama ini harus tetap ada” Kemudian Guru Maharaja mengatakan “Peristiwa ini adalah sesuatu yang luar biasa dan mungkin ini tidak akan pernah terjadi lagi” Dengan mana saya meletakkan arca Sri Jagannatha dan Raja dari Jagannatha Puri datang kesini menghadiri upacara itu. Ini adalah kesempatan yang khusus untuk di sini dan memang setelah itu Guru Maharaja berpulang. Dan mengenai undangan inipun orang-orang di Orissa, India sampai Singapura heran mendengar Raja Jagannatha Puri sampai datang ke Bali. Ini karena karunia dari Jagannatha sendiri dan Guru Maharaja dimana beliau berkenan untung datang ke sini.
Raja dan Raj Guru juga mengatakan Jagannatha yang disini tidak berbeda dengan Jagannatha yang di Puri. Begitu juga nanti setiap 11 tahun harus diganti seperti yang di Jagannatha Puri Dimana nabhi brahmanya itu masih tetap cuma arcanya saja yang diganti.
.Jadi kita berdoa memohon kepada Sri Jagannatha, biar Beliau semua yang mengatur agar kita bisa melakukan pelayanan kepada Beliau. Tuhan Jagannatha adalah Tuhan yang hidup yang selalu menjaga penyembahnya yang tulus melayani Beliau, dan kita sekarang sudah diberi darshan oleh Sri Jagannatha. Atas karunia Beliau, mudah-mudahan Beliau selalu menuntunnya, mengajari kita bagaimana melayani Beliau dengan benar.